Bunga Rafflesia arnoldi akan Mekar kembali di Halaman Rumah Penduduk Batang Palupuh Kab. Agam Sumatera Barat

Share
Quinsa (5 tahun) menemani Knop Rafflesia arnoldi yang sedang dalam proses mekar pada hari ini (Kamis 13/10) di halaman rumahnya di Batang Palupuh (Foto: Joni)

Quinsa (5 tahun) menemani Knop Rafflesia arnoldi yang sedang dalam proses mekar pada hari ini (Kamis 13/10) di halaman rumahnya di Batang Palupuh (Foto: Joni)

 

Bukittinggi – Pada masa sekarang ini, sepertinya tidak ada yang tidak kenal dengan Bunga Rafflesia. Ya, bunga Rafflesia adalah bunga terbesar dalam dunia tumbuhan dan kadang disebut Bunga Bangkai yang dikarenakan pada saat mekar akan mengeluarkan aroma busuk.

Di Nagari Koto Rantang Kec. Palupuh Kab. Agam yang dikenal dengan Batang Palupuh menjadi salah satu lokasi sebaran Bunga Rafflesia yang sudah terkenal hingga ke mancanegara. Nagari ini berjarak lebih kurang 12 km dari Kota Wisata Bukittinggi. Keberadaan Bunga Rafflesia menjadikan Penjajah Belanda melindungi hutan di Batang Palupuh pada tahun 1921 dengan menetapkannya sebagai Cagar Alam Batang Palupuh.

Pada hari ini (Kamis 13/10), satu lagi individu Bunga Rafflesia dalam proses menuju mekar sempurna di Batang Palupuh. Bunga yang dalam proses mekar tersebut tumbuhnya bukan di Cagar Alam, melainkan di halaman rumah salah satu warga. “Mekar sempurnanya akan berlangsung besok siang dan masih ada satu knop lagi yang akan menyusul mekar dalam beberapa hari ke depan,” begitu menurut Joni, pemilik Bunga Rafflesia tersebut.

Joni yang sehari-hari menjadi guide untuk melihat Bunga Rafflesia di Cagar Alam menceritakan bahwasanya Bunga Rafflesia yang dalam proses mekar tersebut merupakan Bunga ke-11 yang akan mekar sejak pertama kali mekar pada akhir Juli 2010 yang lalu. “Pada tahun 2004, saya mulai menanam inangnya, setelah tumbuh besar dan seukuran dengan inang yang tumbuh di Cagar Alam, baru saya injeksikan biji Rafflesia tersebut”, begitu Joni mengisahkan proses penanamannya.

Bunga Rafflesia arnoldi pertama yang ditanam Joni dan mekar pada akhir Juli 2010 lalu (Foto: HA Kiswanto/RMT Padang)

Bunga Rafflesia arnoldi pertama yang mekar di halaman rumah warga pada akhir Juli 2010 lalu (Foto: HA Kiswanto/RMT Padang)

Sebulan setelah bunga pertama mekar, mekar pula bunga kedua. Joni sangat surprise dengan bunga yang kedua tersebut, karena pada hari kedua setelah mekar sempurna, datang para peneliti tumbuhan dari berbagai negara melihat bunga tersebut. Para peneliti tersebut sangat senang dengan melihat langsung Bunga Rafflesia baik yang tumbuh di Cagar Alam maupun yang ditanam.

Berdasarkan catatan sejarah dalam penelitian Bunga Rafflesia, pada akhir abad 18-an salah seorang peneliti Belanda pernah mencoba menanam Bunga Rafflesia arnoldi dari Bengkulu di Kebun Raya Bogor namun tidak berhasil mekar. Setelah itu tidak ada lagi catatan mengenai penanaman Bunga Rafflesia walaupun ada usaha untuk itu.

Barulah pada tahun 2010, Joni berhasil menanamnya hingga mekar dan Bunga tersebut tumbuh dan bertahan hidup hingga saat ini. Sebulan sebelum Rafflesia arnoldi yang ditanam mekar, bunga Rafflesia patma juga mekar di Kebun Raya Bogor.
“Pengalaman bertahun-tahun sebagai guide menemani banyak peneliti serta tamu yang tertarik dengan Bunga Rafflesia, menjadi pembelajaran berharga bagi saya sehingga saya berusaha dengan cara saya sendiri untuk menanamnya,” begitu Joni menutup ceritanya. (r).

Share

Komentar

komentar

Latest News
Burung madu kelapa. Foto: Ahmad Baihaqi

Bukan Pengamatan Burung Biasa di Taman Dadap Merah

December 30, 2016
Share Tweet         Indonesia memiliki sekitar 1.598 jenis burung yang pernah tercatat atau sekitar 17% dari yang ada di dunia. Jumlah jenis burung tersebut dapat berkurang jika Read More
Dara-laut Jambul dan Dara-laut Benggala

Serunya Mengintip Burung Laut di Selat Sunda

December 15, 2016
Share Tweet         Indonesia merupakan negara maritim dengan lebih 17.000 pulau yang mempresentasikan hampir dua pertiga luasan lautnya. Dengan demikian, lebih dari tiga juta kilometer persegi luas Read More

Kukang Bukan Satwa Peliharaan, Biarkan Hidup di Hutan

December 5, 2016
Share Tweet           Beberapa waktu lalu, beredar sebuah video kekerasan terhadap kukang di sosial media. Video tersebut menuai tanggapan hingga kecaman banyak netizen. “Menghalalkan segala cara Read More
Inilah Sistem Hutan Kerakyatan (SHK) Lestari Register 19 Gunung Betung, Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Foto: Eni Muslihah

SHK Lestari Lampung, Masyarakat Sejahtera Hutan Lestari

Share Tweet           Badan jalan sekitar satu meter, jalan itulah yang menjadi akses utama masyarakat pengelola Sistem Hutan Kerakyatan (SHK) Lestari Register 19 Gunung Betung, Padang Read More