Sosialisasi Program Mitigasi Berbasis Lahan dan Penyusunan Program Unggulan yang Berkelanjutan

Share


Sosialisasi program mitigasi berbasis lahan dan penyusunan program unggulan di lokasi program dengan melibatkan lima desa. Setidaknya itu yang dilakukan oleh Yayasan Palung pada (11/3/2017), pekan lalu, di Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar.

Tujuan tidak hanya sosialisasi dan penyusunan tetapi juga akan menerapkannya kepada masyarakat, lebih khusus di lima (5) Desa dampingan Hutan Desa; Padu Banjar, Penjalaan, Nipah Kuning, Pemangkat, Pulau Kumbang di Kec. Simpang Hilir.
Adapun tujuan program ini menurut Edi Rahman, selaku pemateri dari kegiatan tersebut adalah; untuk konervasi dan ekosistem lahan gambut. Harapannya untuk pengelolaan lahan gambut yang lebih produktif.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Camat Simpang Hilir, Azhari, S.Pd, M.Si. Dalam kata sambutannya, Camat Simpang Hilir berharap; pentingnya desa berperan aktif mendukung dan melakuksanakan program, mengharapkan laporan perkembangan program serta peran desa dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan lebih khusus lahan gambut.

Peserta yang hadir dala kegiatan workshop sosialisasi mitigasi lahan. Foto dok. Yayasan Palung

Peserta yang hadir dala kegiatan workshop sosialisasi mitigasi lahan. Foto dok. Yayasan Palung

Kegiatan yang bertajuk; Workshop Sosialisasi Program Mitigasi Berbasis Lahan Serta Penyusunan Program Unggulan“Pengelolaan beberapa alternatif sumber mata pecaharian masyarakat secara berkelanjutan untuk meningkatkan nilai penting lahan gambut di sekitar TNGP” tersebut, merancang beberapa rencana usulan dari lima desa terkait pengelolaan beberapa alternafif yang nantinya berkelanjutan.
Dalam sesi tanya jawab dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Moksan, selaku Sekdes Pulau Kumbang, mengatakan; Sangat tertarik dengan tanaman padi di daerah rawa, karena sangat baik bagi masyarakat sebagai sumber penghidupan masyarakat. Selain itu, Firnan, selaku kepala desa Pemangkat berharap; Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) di lapangan harus serius untuk keberhasilan desa di desa masing-masing. Tentang sekat kanal, di mana saja tempat-tempat yang bisa untuk di jadikan tempat sekat kanal. Perlu adanyanya koordinasi dari desa dan LPHD karena sangat penting. Mengingat, sekat kanal sangat penting untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Dalam penyampaian materi disampaikan sasaran program, dampak yang diharapkan dari program, perubahan yang terjadi setelah berakhirnya program serta kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan serta jadwalnya yaitu kick off program, Training of Trainer, pelatihan kepada pengrajin dan petani, pembuatan sekat kanal, pembuatan Kebun Bibit Desa (KBD), rehabilitasi kawasan eks kebakaran dan kegiatan lainnya.

Setelah materi selesai disampaikan dilakukan diskusi yang bertujunan peserta dapat menanyakan berbagai kegiatan yang direncanakan serta dapat memberikan masukan dan saran dalam pelaksanaan serta pencapaian program ini. Ada bebepa pertanyaan yang disampaikan diantaranya mekanisme pembuatan sekat kanal, mekanisme pembutan kebun bibit desa, tanaman yang akan dikembangkan untuk merehabilitasi kawasan eks kebakaran serta berbagai pertanyaan dan saran lainnya.

Berfoto bersama dengan peserta setelah kegiatan berakhir. Foto dok. Yayasan Palung

Berfoto bersama dengan peserta setelah kegiatan berakhir. Foto dok. Yayasan Palung


Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut dihadiri oleh 28 orang perwakilan dari lima desa yang memiliki hutan desa dan merupakan dampingan dari Yayasan Palung. Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama Yayasan Palung dan Indonesia Climate Change Trust Fund (CCTF). Rentang waktu kegiatan Mitigasi Berbasis lahan yang akan dilaksanakan dalam rentang waktu 17 bulan; rentang waktu Februari 2017 hingga Juni 2017 pelaksana program ini.
Sebelum kegiatan berakhir, peserta diajak untuk berfoto bersama dan makan siang. Kegiatan berjalan sesuai dengan rencana dan mendapat sambutan baik dari peserta.

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Share

Komentar

komentar

Latest News
Bull shark. Foto: Global FinPrint Project

Pemangsa yang Menjadi Mangsa: Kondisi Hiu dan Pari di Perairan Indo-Pasifik

May 27, 2017
Share Tweet     Hiu dan pari merupakan jenis ikan dalam kelas Chondrichthyes (bertulang rawan). Termasuk di dalamnya Chimaera yang lebih dikenal sebagai Ghost Shark. Kelas ini memiliki keanekaragaman yang Read More

Berikut Beberapa Tumbuhan dan Satwa Endemik yang Berasal dari Borneo

February 6, 2017
Share Tweet Keterangan Foto :Tumbuhan sejenis Amorphophallus sp. Foto dok. M. Rizal Alqadrie, YP Tumbuhan dan satwa merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan di lingkungannya yang tidak lain adalah hutan, Read More
Foto bersama peserta East Asian-Australasia Flyway Partnership. Kredit: Eugene Cheah_EAAFP

Indonesia Sebagai Jalur Penting Burung Bermigrasi

January 26, 2017
Share Tweet         Jalur terbang Asia Timur-Australasia adalah satu dari delapan jalur terbang burung air migran utama di bumi. Jalur terbang ini membentang dari Rusia timur dan Read More
Burung madu kelapa. Foto: Ahmad Baihaqi

Bukan Pengamatan Burung Biasa di Taman Dadap Merah

December 30, 2016
Share Tweet         Indonesia memiliki sekitar 1.598 jenis burung yang pernah tercatat atau sekitar 17% dari yang ada di dunia. Jumlah jenis burung tersebut dapat berkurang jika Read More